Powered By Blogger

Thursday, August 23, 2012

TIMPAN DIHARI LEBARAN

         اللهُ اكبَرُ- اللهُ اَكْبَرُ- اللهُ اكبَرُ لااِلهَ الااللهُ وَاللهُ اكبَرُاَللهُ اكبَرُ وَللهِ الحَمْد
       Terkadang lisan mengucap tak senagaja, hati berprasangka tanda tak berkenan, maaf jika tangan tak sempat berjabat, setidaknya ada kata yang terucap, Minal aidzin Wal faizin mohon maaf lahir dan bathin. Sobats blog ku yang berbahagia...di dunia maya kita menjalani persahabatan yang begitu erat seakan terasa begitu dekat, padahal kita saling memisahkan diantara kota bahkan terkadang antara pulau yang ada di Negara kita. Maka dari inilah, penulis melontarkan kata maaf lewat account blog penulis ini, semoga sobs nanti nya berkenan dihati untuk memaafkan nya...Amin


       Sobat ku sekalian kali ini penulis ingin berbagi cerita tentang khas makanan Aceh dihari kemenangan ( kebahagian bagi orang muslim ) alias hari lebaran. Sesuai dengan judul postingan penulis kali ini yaitu "TIMPAN DIHARI LEBARAN" . Bagi masyarakat Aceh sudah menjadi tradisi turun temurun dari dulu samapai sekaran ( kedepan nya belum tau, hehehe...). Bila lebaran tiba baik dihari raya Aidil fitri maupun Aidil azha masyarakat aceh selalu menyediakan/ membuat kue timpan. Kue timpan yang disediakan masyarakat Aceh akan dihidangkan bila sahabat, kerabat, tetangga, keluarga berdatangan/ bersilaturrahmi kerumah.

       Secara adat bila timpan tidak disediakan dihari lebaran, seakan-akan lebaran tidak meriah ( lebih kurang seperti itu ). Namun secara haqikat gak mungkin dong sobs lebaran tidak meriah hanya karna gak ada timpan...karna Nabi kita gak bersabda lebaran tidak meriah hanya karna gak ada timpan dan begitu juga dalam Al-qur'an juga gak ada sobs. Bagi sobs blog yang ada di Aceh sudah barang tentu semua tau tentang makanan khas ini, namun bagi sobs blog yang berada diluar Aceh mungkin juga sebagian sudah tau dan pernah mencicipi nya, atau pernah mendenger namun belum pernah mencicipi nya, atau juga belum pernah mendenger namun penasaran bagai mana rasa nya. Maka dari itu berdasarkan pengalaman penulis, dikesempatan ini ingin berbagi tips untuk membuat timpan, resep nya sebagai berikut:
  1. Bahan :
    • 200 gr tepung ketan
    • 2 sdm santan kental
    • 1 sdm air kapur sirih
    • 1/4 sdt garam
    • 250 gr pisang raja dihaluskan
    • Daun pisang muda
  2. Isi :
    • 2 butir telur ayam
    • 50 ml santan kental
    • 100 gr gula pasir
    • 25 gr nangka masak cincang kecil
    • 1/2 sdt tepung terigu
    • 1 lembar daun pandan
    • 50 gr kelapa muda parut halus
    • 1/4 sdt vanili
  3. Cara membuat :
    •  Aduk tepung ketan dan pisang yang sudah dihaluskan serta santan, air kapur, dan garam hingga tercampur rata. Adonan ini digunakan untuk kulit.
    • Ambil daun pisang olesi dengan minyak lalu tipiskan adonan kulit, beri adonan isi kemudian digulung, dibungkus seperti lontong kecil, kukus hingga matang selama + 10 menit.
    •  Buat adonan isi : Kocok telur dan gula hingga kental dengan mixer, masukkan tepung terigu dan santan, aduk rata, tambahkan nangka dan kelapa muda, beri daun pandan, masak sampai kental, angkat, beri vanili, aduk rata. Setelah matang dinginkan dan gunakan sebagai isi timpan.
    Untuk : 15 Porsi (1 porsi = 114 kalori )


    Demikian sobs..semoga bermamfaat, selamat mencoba dan mudah-mudahan menghasilkan cita rasa yang lebih dari saya ( maksud nya lebih dari berasa dari timpan saya hehehe...)

    Wassalam...Jol samalanga.

  

Tuesday, August 14, 2012

DI LORONG ITU TERSIMPAN KENANGAN KU

       Hai sobs apa kabar selama ini? (sok akrap) aku nyakin sobat semua pasti sehat, kalau tidak ya ndak mungkin dong berada disini hehe... Begitu juga ibadah kita semoga tambah lancar dibulan penuh berkah ini, amin. Lama bener nii gak cerita-cerita..hihihihihi
Actually, gini nii kalau note-book nya sering bleng, jadi postingan nya pun ikut-ikutan terbengkalai..hahaha..*lebay*..I have my own secret *gaya* bahkan hingga hari ini, tapi rasa nya terbeban bila ndak aku curahkan kepada sobat sekalian, karna aku tau disana ada solusi yang bisa membuat hari-hari ku lebih berbunga-bunga nantinya.

       Ok sobs...mari ke deskripsi yang ingin penulis ceritakan kali ini..
Ya..berdasarkan judul postingan penulis kali ini  "DI LURONG ITU TERSIMAPAN KENANGAN KU" macam dilagu atau puisi aja sobs ya judul nya? tapi ndak apa lah mari lihat dulu ada apa dengan judul itu seperti kata pepatah Aceh "jak beutrok kalon beudeuh bek reugoe meuh saket ate" artinya "datang lihat lah dan pastikanlah supaya tidak kecewa nantinya " benar sobs?.

       Empat hari yang lalu  tepat nya dihari kamis aku keluar dari rumah dengan berjalan kaki, dengan maksud hendak kesebuah tempat yang disana tersedia wifi buat online. Saat menempuh tempat itu tanpa sengaja aku lewati sebuah lorong, yang tak biasa nya aku lewati dihari-hari lain. Lorong tersebut sih biasa saja ndak ada yang indah dan yang menerik lebih kurang segitu lah kira-kira (nama nya juga desoo..). So...apa gerangan dengan lorong itu?, begini lho sobs setia blog sekalian..sesampai nya aku ditengah lorong tersebut langkah ku terhenti seakan sesuatu manahan gerak langkah kaki ku, aku pun terhenti sambil melirik ke samping jalan seakan sesuatu memanggil ku. Untung saja diwaktu itu tidak ada orang yang perhatikan diri ku, coba kalau ada, gaawat daaah..dikira aku pasien yang baru kabur dari RSJ, hehehe..ndak segitu nya kalee ( kata anak era boysband )  

        Kala itu kepala ku tertunduk, mata ku melotot, sambil memandang kesamping jalan seakan rumput-rumput yang disana bertanya kepada ku (aah..yang benar? rumput kok ngomong/ tau ahh..) " hei..kamu.. kemana saja selama ini kok ndak pernah lagi singgah ditempat ku ?. Itu juga..teman kamu yang biasa nya kamu sering ngobrol berdua disini, kemana dia ? ". Hati ku menjawab dengan penuh rasa hormat, " iyaa..aku selama ini emang ndak pernah lagi kesini, begitu juga dengan sidia yang sekarang ndak bisa lagi nemani aku buat singgah disini, bah kan dimana pun sekarang ndak kan bisa lagi juga dia temani. ". Dengan penuh rasa pengen tau sirumput pun bertanya lagi, " kenapa emang nya  ? ". Ku jawab lagi " ndak tau Put..susuh buat ku pahami, tapi ku nyakin itu yang terbaik dalam suratan hidup ku, oya Put makasih ya udah negur kamu baik dech ndak sombong, ku pikir dah ndak kanal lagi sama aku. Trus..boleh ngak put lorong kamu ini aku jadiin sebagai kenangan masa lalu ku?". Rumput pun menjawab sambil mengayunkan daun nya " boleeeeeeeeeeeeh...".

       Beberapa saat setelah itu aku pun melanjutkan gerak langkah ku, sesaat namun seakan terasa mengulang kenangan lama. Itu lah kehidupan terkadang sesuatu datang tanpa kita sadari, dan terkadang dia pergi tenpa kita duga. Ku rela kan apa yang telah pergi ku hadapi dengan penuh senyuman.  Ku ikhlaskan walau tersakiti karna kusadari aku hanya laki-laki biasa.