Powered By Blogger

Friday, July 6, 2012

KEPANDAIAN DAN JABATAN

         Berbicara tentang kepandaian dan jabatan, tentu sobat bloggers adalah dua hal yang tak dapat dipisah kan dari benak keinginan semua umat manusia. Siapa pun, dimana pun manusia itu berada, namun tentu nya untuk mendapatkan itu semua dua kata itu ( kepandaian dan jabatan) tidak lah mudah bagi semua manusia. Butuh perjuangan yang sangat berat, kesabaran yang cukup mendalam, dan ketekunan yang extra melimpah. Benar ngak sahabat blogger sekalian ? ( ya jelas laaaa... semua orang juga tau !). by the way...sebelum penulis mengupas lebih jauh tentang problem dua kata itu, tentu nya sobat sekalian apa yang ingin kita tulis ini mempunyanyi tujuan baik yang sudah kita capai atau pun nanti nya yang akan kita capai, Insya Allah. Jujur, secara pribadi penulis sendiri bukan lah figur yang sekarang ini sudah mendapatkan dua kaliamat tersebut ( kepandaian dan jabatan ), tapi hanyalah seorang anak yang sedang belajar dari keterbatasan, apalagi jabatan sudah barang tentu jauh dari kehidupan penulis.

        Kepandaian dan jabatan adalah dua buah kata yang sangat umum, namun mempunyanyi arti yang sangat beragam bila kita artikan menurut versi nya masing- bermasing. Dan bila kita sample kan (sample bukan arti contoh tapi menghitung kasar ) versi secara umum di Negara kita ini Indonesia, mempunyanyi arti kepandaian dari lembaga formal, dan jabatan dari institut pemerentah. Setuju ngak sobat sekalian...?, kalau ngak, ya ngak apa-apa juga ( sobat semua ken kreatif, so...sudah ada pandangan sendiri dong hehehe...).
Harus kita akui bersama seseorang mendapatkan sebuah jabatan disebabkan beliau memang mempunyanyi kepandaian ( dari pendidikan secara formal ), dalam artian beliau mampu menjalankan roda jabatan yang sudah dipertanggung jawab kan diatas diri nya, dan itu adalah hal yang sangat wajar. Namun ada pula orang mendapatkan sebuah jabatan tanpa memiliki pendidikan formal ( dengan menggunakan ijazah palsu ) contoh nya berita mantan Bupati sragen ( lihat di http://www.sragenpos.com ), itupun harus kita akui bahwa juga orang pandai, sudah barang tentu pandai dalam memikirkan bagai mana cara dia untuk mendatkan jabatan walau dia tidak berpendidikan formal dan akhir nya dia pun mampu mendapatkan nya.

         Sungguh aneh roda pemerintahan Sobat sekalian, kalau dipikir-pikir (ngak mikir pun orang juga tau )  Negara kita ini. Baru-baru ini ada lagi kejadia yang sangat heboh di Aceh Jaya, proses pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Daerah Kabupaten Aceh Jaya kini mulai meresahkan peserta yang mendaftar sebagai CPNS di Aceh Jaya. Pasalnya merebak isu adanya anak-anak pejabat di Pemkab Aceh Jaya yang mendaftar tanpa ijazah. Bahkan Kepala Bagian Kepegawaian Setdakab Aceh Jaya, Ikhwan mengaku anak pejabat itu hanya memegang surat keterangan bahwa ijazahnya sedang dalam proses. "Surat keterangan itu jelas-jelas kita tolak," kata Ikhwan ( lihat di http://www.rakyataceh.com ). Dari kasus ini penulis meng analisis bahwa, sekelompok orang-orang tersebut ( kasus CPNS Aceh Jaya ) ingin mendapatkan sebuah jabatan (PNS), secara wajar sudah barang tentu tidak bisa karna tidak memiliki ijazah atau pun tanda kelulusan dari lembaga pendidikan. Secara tidak wajar mungkin ada cara yang bisa  mareka tempuh walau mereka tidak memiliki ijazah untuk mendapatkan PNS/jabatan. Tapi mengapa tidak berhasil/ditolak sobat sekalian?. Menurut saya sobat sekalian mereka adalah orang-orang yang tidak memiliki kepandaian, dalam artian sudah tidak memiliki pensyaratan, mengolah pun tak mampu.
         Dari opini yang penulis postingkan ini sobat sekalian, penulis bukan bermaksud bahwa mendapatkan jabatan secara tidak wajar adalah hal yang baik ( dari kata-kata nya saja udah jelas tidak wajar ), tapi penulis lebih bermaksud kepada kepandaian seseorang, dan dengan kepandaian itulah semua bisa didapatkan. Dan ingat kepandaian itu tak mesti melalui lembaga formal. Wassalam.

Saturday, June 30, 2012

PREMAN PUN JADI TAKUT

    Sahabat sekalian kali ini penulis ingin berbagi cerita sekilas tentang kejadian diwaktu silam. Suatu ketika disaat Aceh dilanda komflik bersenjata antara RI dengan GAM, yang merenggut nyawa manusia begitu banyak, hilang nya tempat tinggal yang ditelan sijago merah, itu terjadi ditanah rencong tepatnya dipenghujung Sumatra Indonesia paling barat. Sehingga bertambah nya anak nyatim, janda miskin yang hidup selalu dihantui dalam ketakutan siang dan malam. Namun sekarang sudah sepatutnya masyarakat Aceh bersyukur kepada yang Maha kuasa yaitu Allahuta’ala. Karna dengen kehendaknya lah sekarang rakyat Aceh sudah mulai menghirup udara damai, Alhamdulillah ya Allah...
    Sungguh menakutkan bukan sehabat sekalian...? ya tentu, dan semoga itu tidak terulang lagi baik ditanah rencong, atau pun ditempat lain seluruh Indonesia. Jadi ngomong-ngomong... apa pula ini opininya, kok ngak ada hubungan nya dengen judul sobat?, Uuupss...nanti dulu sob !. Tadi hanya sebagai pembuka loe, sekarang yuk mari keceritanya ini PREMAN PUN JADI TAKUT  sobat.
    Di tahun 2003 dikala darurat militer sedang diterapkan di Aceh, ada satu kejadian yang dikala itu membuat saya awal nya dalam kondisi tegang akhir nya jadi tertawa. Bagai mana bisa sobat...? ini kisah nya. Waktu itu saya dan kawan-kawan sedang pulang dari sekolah, tiba-tiba dipersimpangan jalan ada sejumlah orang perpakaian loreng, bersenjata lengkap sedang melakukan razia (saat itu dikenal dengen istilah sweping). Saat itu detak jantung ku semakin bergetar, telapak tangan semakin dingin begitu juga dengen kawan ku si Adi, Amri, Syukri dikala salah seorang diantara berpakaian loreng itu berkata:
Siloreng : tiaraaap...mana KTP kalian..

kami pun dengen sigap dan serentak tiarap berempat sambil menyerahkan KTP, Siloreng pun memanggil nama dari KTP kami masing-bermasing.
Siloreng : Adi...

Adi        : Yaa Pak...
Siloreng : Amri...
Amri      : Yaa Pak...
Siloreng : Zulkifli...
Saya       : Yaa Pak...
Siloreng : Heiii...siapa nama kamu ?
Syukri    : Syukri Pak
Siloreng : KTP mu mana?
Syukri    : Tidak ada pak

Maka si Syukri pun akhirnya kenak tempeleng dan push up dari siloreng itu plus dibentak-bentak sampai nangis. Setelah itu kami pun disuruh palang ntah karna sudah sayang kawan ku nangis ntah karena kami masih anak sekolah, yang jelas kami berempat pulang sambil mendenger salah satu kawan ku nangis, yaitu si Syukri. Sesampai dirumah si Syukri kami pun bertemu dengen seorang yang dikal sebagai preman dikampung bahkan kecamatan kami, tak lain itulah ayah nya si Syukri, dia pun bertanya

Preman  :Pakon kaklik gam peugah bak ayah soe poh kah, pue awak nyoe ngon kah hana   dituri lon ipike soe? ( kenapa kamu nangis gam “sebutan untuk anak laki-laki di Aceh” bilang sama ayah siapa pukul kamu, apa mareka kawan kamu ngak kenal saya mareka pikir siapa? )
Syukri    : Kon ayah... (bukan ayah...)
Preman  :Kapeugah laju kupeu abeh jih (kamu bilang trus saya habisin mareka)
Syukri    :Kon ayah...tantra !! (bukan ayah...tentara!!)
Preman :Ooe...salah droe keuh, ayah pike awak nyoe. Jak woe jak manoe jak beut. (Ooe...salah kamu       sendiri, ayah pikir mareka. Pulang mandi sana dan pergi ngaji)

    Dengen wajah tegang penuh ketakutan tadi, kami pun tersenyum dikala melihat tingkah seorang ayah dari kawan kami yang berpropese sebagai preman dan pemberani 100% akhirnya berubah menjadi seorang penakut dikala mendenger yang namanya tentara.

   

Wednesday, June 27, 2012

JANGANKAN TMT TTM SAJA TAK MAMPU KU TERIMA

        Hai sahabat setia ku semua dimanapun anda berada, siapa pun diri anda, dengan apapun akses anda, kali ini penulis ingin berbagi tentang hal yang tak biasa penulis postingkan sebelumnya. Tentunya tak lain dan tak bukan hanyalah penderitaan yang sedang penulis rasakan. Melalui account blogger penulis yang tertata sangat sederhana ini, penulis ingin mencurahkan penderitaan yang sedang melanda dihati penulis. Supaya nanti dengan kehadiran kawan setia semua dapat memberikan motivasi supaya bisa mengobati hati penulis ini yang sedang pedih tergores palsunya cinta (hehe...sok kenak pisau !)

        Sebelum sepuluh jemari ini berjalan lebih jauh diatas keyboard labtop jinjing yang sesekali bleeeeeeng...(maklum uda lanjut usia) ini didalam halaman entri terbaru blog penulis, penulis akan jelasih dulu apa maksud dari judul penulis ini JANGANKAN TMT TTM SAJA TAK MAMPU KU TERIMA. Maksud penulis adalah tentang kehidupan penulis sendiri, yang selama ini penulis jalani sebagai mana layaknya laki-laki lain didalam mencintai, yang mana dikala sekuntum bunga sedang mekar didalam hati ini kini dipetik orang lain. Sakit sobat sekalian...? Uuups...ntar dulu sobat sekalian...ini lebih sakit lagi orang yang selama ini ku anggap sebagai kawan dengen penuh kepercayaan, dan kuberi kebebasan diantara mereka tapi dalam batas layak nya orang bersahabat diantara mereka, namun mengapa dia malah merenggut nya dari ku. Padahal dia tau bahwa diriku jangankan tmt (teman makan teman) ttm (teman tapi mesra) saja tak bisa kuterima, tapi mengapa ini yang terjadi.Sungguh tak kusangka ini lah kehidupan, terkadang memang tak adil kupasrah walau tak kurelakan, Ku hadapi dengen penuh senyuman itulah ucapan dari orang yang selama ini sangat ku idolakan di Indonesia Mario Teguh (terus berkarya Pak semoga sukses selamanya).

        Mungkin karena sekarang rasa ku bukanlah rasa nya lagi. Begitu sulit nya mengejar rasa, segumpal darah yang menyimpan sekelumit makna setidaknya begitu sobat sekalian...Ketika dia hanya bercengkrama dengen rasanya sendiri, berselingkuh dengen hari-hari nya kemarin. Padahal kadang aku juga ingin bercerita berbagi gundah, ingin dimengerti tatkala sepi mendera hati namun rasa ku tak pernah dia pahami. Dan ketika kunikmati sendiri, senja itu pun aroma basah sisa rinai semalam. Dia masih saja  bungkam...!! Tidakkah dia tahu rasa ku juga manusiawi...?

        Begitulah sahabat sekalian...jeritan hati yang penulis lemparkan kedalam account blog penulis ini. Tentu nya penulis sangat mengharapkan saran, pendapat, motivasi, dari sobat sekalian terutama dalam menghadapi ini semua mungkin diantara sobat ada yang pernah menjalani sebagai mana penulis jalani. Dan selanjutnya penulis juga mengharapkan masukan dari sobat sekalian dalam menulis opini ini tentunya sangat-sangat kurang ketimbang sobat sekalian, demi untuk mengembangkan cara menulis yang lebih efektif dan efesien. Wassalam..

Saturday, June 23, 2012

UDEP LAGEE CINA GASIEN

    Sahabat sekalian “Udep lagee cina gasien” ( hidup bagaikan cina miskin ), adalah sebuah kalimat yang mana tidak asing lagi bagi kita orang Aceh. Sering lhoe sahabat sekalian kita mendenger kata-kata tersebut, biasanya sich di desa-desa. Kalau di kota maaaahh...jarang kita dengerin, mungken kalau dikota orang suda maju ken malu agak kampungan...hehe becanda sobat sekalian bukan maksud ngejelekin orang kota. Karna pada hakikatnya semua kita sama dimanapun kita berada.
    Eeeh buset daaaahh...kok jadi ngebahas kota desa segala ini, melenceng jadinya. Kalau gitu yuuuk mari ke pokok pembahasan sobat sekalian...
Dipostingan kali ini penulis pengen kupas ni tentang masalah itu tuuuuuh...yang diatas tadi penulis judulin, tau ken..?. Ya tau la, masak gk ya ken sob?. Tapi gimana ni sobat kalau ada orang cina yang mampir ke blog penulis nanti..?. Aaaah nanti aja dipikirin yang ada tambah ribet ni kapan bahas nya.
Sahabat sekalian “Udep lagee cina gasien” ( hidup bagaikan cina miskin ), adalah sebuah kalimat yang memberi makna untuk kehidupan manusia yang mana sebagian orang menjalani hal yang sedemikian. Sungguh sangat sedih bila kita bayangkan akan kehidupan yang sedemikian karna bisa dikatakan itu sudah jatuh ketimpa tangga pula, dalam artian hidup tiada guna dunia dan akhirat. Didunia sudah melarat diakhirat kenak azab, Subhaanallah na’uuzubillah summa na’uuzubillah. Model-model orang seperti ini biasa nya sobat kalau berbicara tentang kehidupan nya ni lebih kuarang, ada beberapa ciri-ciri nya:
1.    Miskin sudah pasti, tetapi dia tidak pernah mau merobah nasib nya. Entah apa yang dipertahan kan dari kemiskinannya penulispun tidak tau, yang jelas otaknya tidak berpikir akan yang lebih baik.
2.    Pendidikan, kehidupan orang yang seperti ini pendidikan tidak pernah terpikir olehnya baik secara formal atau pu non-formal, baik dunia ataupun akhirat.
3.    Karakter, biasanya orang seperti ini mempunyanyi sikap yang keras, labil, tanpa kompromi walau yang dia lakukan adalah hal yang salah.
Oya sobat semua uda dulu ya uda ngantok ni, arah jarum jam pun sudah mau jam 12 malam ne. Tapi sebelunya ni penulis tentu tak lupa selalu mahon masukan dari sobat semua baik dari opini yang penulis posting, ataupun dari segi kata-kata. Karna penulis masih sangat –sangat baru lhoe didunia posting ataupun dunia opini..Wassalam

Saturday, June 16, 2012

PENDIRIAN YANG TEGUH

 DALAM PRIBAHASA INDONESIA
Jadikanlah diri mu bagai kan karang didalam lautan
Walau diterjang ombak ketepian tiada goyang...
Tapi jangan jadikan diri mu bakaikan buih didalam lautan
Diterjang ombak ketepian tiada guna...

DALAM PRIBAHASA ACEH
Beuna lah gata lagee eungkot didalam laot
Han meupeungaroh walau dalam ie masen
Wate trok udarat tetap meuhajat keu sira...

Dan bek na lah gata legee boh itek masen
Jih meupeungaroh sira geuboh dilua masen didalam...

Friday, June 15, 2012

TUJUAN DAN KESIBUKAN DIKALA KULIAH

Kali ini penulis akan coba memposting tentang masalah tujuan mahasiswa dikala berada dibangku kuliah. Berdasarkan apa yang penulis amati dari keseharian mahasiswa dilingkungan kampus. Jujur sih... penulis memang tidak kuliah kesemua kampus yang ada di Indonesia hehe..Tapi penulis sudah terjun dengan kawan-kawan keberapa Unuversitas yang ada di Aceh untuk mewawancarai mahasiswa-mahasiswa yang sedang kuliah. Penulis rasa itu cukup sebagai sampel untuk dasar sebagai topik pembahasan "TUJUAN DAN KESIBUKAN DIKALA KULIAH".

Bila kita melirik setiap tahun tidak sedikitnya adik-adik kita yang baru lulus sekolah menengah berlomba-lomba untuk bisa masuk ke Perguruan Tinggi Negri ataupun Swasta. Baik dikota ataupun diluar kota, tanpa memikirkan berapa biaya yang harus disediakan orang tuanya. Harus kita akui dak maklumi itu adalah hal wajar yang harus dilewati manusia didalam proses kehidupan, dengan tujuan untuk merobah watak, pikiran, kepribadian kekehidupan yang lebih baik dan bermoral. Namun dikala sampai dibangku kuliah tidak semua adik-adik kita menempuh tujuan yang sedemikian. Berdasarkan pengamatan beserta wawancara penulis dibeberapa tempat Universitas, berbagai ragam kesibukan mahasiswa yang seakan mareka lupa akan apa yang seharusnya mareka dapatkan. Ada yang sibuk pacaran, sebenarnya itu bukanlah hal yang fatal untuk reputasi kuliah tetapi sebahagian mahasiswa kuliah hanya untuk pacaran. Ada pula kuliah untuk mencari kawan, sebenarnya itu adalah suatu hal yang baik dalam pergaulan. tetapi sebahagian mahasiswa seakan-akan mencari kawan nomor satu dan kuliah hal yang nomor dua. Kemudian kuliah untuk berorganisasi, sebenarnya organisasi ini adalh suatu hal sangat dianjurkan untuk seorang mahasiswa. Bahkan orang-orang yang berada diluar kampuspun cukup bagus untuk berorganisasi. Disebabkan efek yang didapatkan didalam organisasi dapat merobah daya pikir mahasiswa juga, yang terkadang itu tidak kita dapatkan didalam kelas perkuliahan. Namun bukan berarti juga kita harus mengorbankan kuliah hanya karna untuk organisasi, sebab tujuan kita dulu melangkah ke kuliah bukan untuk mengnomor satukan organisasi. Sekarang saatnya adik-adik kita untuk melangkah kebangku kuliah, mari sama-sama kita perhatikan dan mengarahkan mareka supaya mareka tau tujuan untuk apa sebenarnya kuliah.

Itulah beberapa kesibukan mahasiswa yang kali ini penulis coba postingkan diblogger penulis kali ini. Masih banyak lagi kesibukan mahasiswa dikampus, nantinya akan penulis uraikan lagi dipostingan selanjutnya. Penulis nyakin sangat banyak kekurangannya  dari itulah mahon masukan dan saran-sarat kawan semua yang membacanya.

Tuesday, June 12, 2012

Cinta & Kejujuran


Ngeblog merupakan dunia baru buat saya. Jujur, saya tidak begitu pandai menulis, tapi saya tidak akan berhenti belajar, belajar dan terus belajar.
Cinta & Kejujuran (kejujurancinta), mungkin tidak sulit mengekspresikannya dengan kata – kata, tapi untuk menerapkan dan melaksanakannya dalam kehidupan mungkin terasa berat.
Percayalah, dengan niat yang tulus dan keinginan untuk mencoba, tidak akan ada suatu apapun yang akan terasa berat untuk dilaksanakan.  Kalau ada kemauan pasti ada jalan, begitu juga 

love12 
dengan kejujuran dan  mengisi blog ini dengan yang bermanfaat.
CINTA : saya hanya ingin mencintai dan dicintai dengan tulus serta apa adanya, oleh orang-orang di sekitar saya, terutama seseorang yang saat ini ada dalam kehidupan saya.
KEJUJURAN : saya ingin belajar jujur pada diri sendiri, hidup yang saya jalani, orang lain, dan pada cinta saya.
Alangkah indah hidup ini, jika kita bisa saling berbagi cinta dengan sesama. Tidak akan ada lagi permusuhan dan peperangan, yang ada hanya damai dan ketenangan.
Alangkah bermakna hidup ini, jika kita bisa saling jujur, tidak ada kebohongan dan kepalsuan, dan akhirnya kita bisa belajar menghargai perbedaan.
CINTA & KEJUJURAN, bukan cinta untuk jujur tapi jujur untuk cinta

Monday, May 28, 2012

Idealnya Pemimpin Dalam Pemerintahan


    Pemimpin merupakan sebuah kepercayaan yang diberikan kepada seseorang untuk memberikan suatu keputusan atau arahan kepada bawahan dan oarang-orang yang telah memberikan kepercayaan untuk mencapai tujuan tertentu ,yang tentunya untuk mendapatkan harapan yang lebih baik dari sebelumnya. Didalam suatu pemerintahan pemimpin dapat mewujudkan pengaruh moral walau dalam skala kecil ditingkat bawah yang dipimpinnya,yang pada akhirnya tingkat bawah yang dipimpinnya akan menghasilkan prestasi dalam skala besar. Karna prilaku sebuah pemerintakan sangat dipengaruhi prilaku  setiap individu yang bermain didalam pemerintahan tersebut.
    Namun kenyataannya,dalam pemimpin suatu pemeritahan ,seorang pemimpin sering menyalahgunakan kewenangannya dalam menjalankan kepemerintahannya. Sebagai “decision maker”. Pemimpin kini lebih kepada melakukan praktik semena-mena dalam suatu keputusan. Oleh karena itu pemimpin-pemimpin seperti inilah sarat akan hal-hal Korupsi,Kolusi,dan Nepotisme (KKN) didalam instansi pemerintahan.
    Pemimpin dan Kepemimpinan
    Pemimpin dan Kepemimpinan adalah suatu ikatan yang tidak dapat dipisahkan,baik pada struktural ataupan fungsional. Namun dalam kenyataan sehari-hari sering disalah artikan antara pemimpin dan kepemimpinan,padahal keduanya mempunyanyi arti yang berbeda. Pemimpin merupakan orang yang tugasnya memimpin, sedangkan kepemimpinan adalah bakat atau sifat semestinya yang harus dimiliki pemimpin. Seperti kemampuan manajerial (Manajerial Skill) maupun kemampuan teknis (Teknical Skill) secara aktif untuk mempengaruhi pihak lain untuk mencapai tujuan pemerintahan yang ditetapkan. Seorang pemimpin dengen kekuasaan yang dimilikinya dapat mempengaruhi seseorang untuk mau melakukan sesuatu yang diinginkan. Tentunya, hal inilah yang menimbulkan kesan negatif dari sebuah pemimpin.
    Pemimpin merupakan figur sentral yang dapat mempersatukan kelompok-kelompok untuk dapat saling berinteraksi dan kerja sama untuk mencapai tujuan pemerintahan. Kemampuan yang ada akan mudah mengkolaborasikan keunggulan seseorang atau beberapa individu dalam menyelesaikan tanggung jawab.
    Menurut Siagian (1994),seseorang akan jadi seorang pemimpin yang baik atau efektif apabila secara genetika telah mempunyanyi bakat kepemimpinan sejanjutnya bakat-bakat tersebut dipupuk dan dibina melalui kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin, dan kemampuan tersebut dapat ditopang oleh pendidikan dan pelatihan.
    Tipe Kepemimpinan
    Tipe-tipe ini sebagai pendukung dan mempengaruhi didalam menjalankan kepemimpinan didalam pemerintakan.
1.    Tipe Otokratik
Seorang pemimpin yang memiliki tipe otokratik dipandang sebagai karakteristik yang negatif. Hal ini dilihat dri sifatnya dalam menjalankan kepemimpinannya sangat egois dan otoriter, sehingga kesan yang ditimbulkan dalam kerakter kepemimpinan ini selalu menonjolkan “keakuannya”.
2.    Tipe Paternalistik
Seorang pemimpin yang memiliki tipe paternalistik dipandang sebagai karakteristik kebersamaan. Salah satu ciri utamanya sebagaimana digambarkan masyarakat tradisional yaitu rasa hormat yang tinggi yang ditujukan oleh para masyarakat kepada orang yang dituakan. Pemimpin seperti inilah menjadi keteladanan dan panutan.
3.    Tipe Kharismatik
Seorang pemimpin yang memiliki tipe kharismatik dipandang sebagai karakteristik yang sangat dikagumi banyak orang, sehingga kadang-kadang mempunyanyi pengikut yang jumlahnya sangat banyak. Meskipun para pengukut tersebut kadang-kadang tidak selalu dapat menjalankan secara konkrit mengapa orang tersebut dikagumi.
4.    Tipe Laissez Faire
Pemimpin ini berpandangan,umumnya pemerintahan akan berjalan lancar dengen sendirinya karena para anggota pemerintahan terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan pemeintahan,sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai, tugas apa yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi.
5.    Tipe Demokratik
Pemimpin yang demokratik biasanya memperlakukan manusia dengen cara yang manusiawi dan menjunjung harkat dan martabat manusia. Pemimpin yang seperti ini disegani bukannya ditakuti.
Dari semua tipe diatas tentunya mempunyanyi kelebihan dan kekurangannya. Untuk menempatkan tipe-tipe tersebut tergantung pada pemerintahan yang akan dipimpin. Misalnya untuk memimpin kemiliteran tentunya dibutuhkan tipe yang otoriter,sebab dalam memimpin kemiliteran dibutuhkan  kesatuan komando dalam mengambil keputusan. Sehingga senang atau tidak senang semua harus melaksanakan perintah dari atasan. Jadi, dalam menentukan menentukan tipe kepemimpinan yang akan diterapkan oleh seorang pemimpin harus sesuai dengen jenis kepemimpinan yang akan dipimpin.
Ciri-ciri Pemimpin dalam Kepemimpinan yang Baik
Sebagai seorang pemimpin yang menginginkan perubahan yang baik, hendaknya harus memiliki :
1.    Pengetahuan umum yang luas,semakin tinggi kedudukan seorang dalam hirarki kepemimpinan pemerintahan, ia semakin dituntut untuk mampu berpikir dan mampu bertindak secara generalis.
2.    Kemampuan untuk tumbuh dan berkembang dalam memejukan pemerintakan.
3.    Sikap yang intuitif atau rasa ingin tahu, yaitu suatu sikap yang mencerminkan dua hal: pertama, tidak merasa puas dengen pengetahuan yang dimiliki; kedua, kemauan dan keinginan untuk mencari dan menemukan hal-hal baru.
4.    Kemampuan Analitik, efektifitas kepemimpinan seseorang tidak lagi pada kemampuannya melaksanakan kegiatan yang bersifat teknis operasional,melainkan pada kemampuannya untuk berpikir. Cara dan kemampuan berpikir yang diperlukan adalah yang integralistik, strategik dan berorientasi pada pemecahan masalah.
5.    Daya ingat yang kuat,pemimpin harus mempunyanyi kemampuan intelektual yang mempunyanyi diatas kemampuan rata-rata orang biasa.
6.    Kapasitas integratif, pemimpin harus menjadi seorang integrator dan memiliki pandangan holistik mengenai orgainasi.
7.    Ketrampilan berkomunikasi secara efektif.
8.    Ketrampilan mendidik,  memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bawahan,  mengubah sikap dan prilaku dan meningkatkan dedikasinya kepada pemerintahan.
9.    Rasionslitas.
10.    Objektifitas, yang mampu menjadi penasehat bagi para bawahan.
11.    Prakmatisme, yaitu tujuan menentukan tujuan dan sasaran dalam jangkuan
12.    Kemampuan menentukan prioritas, dengen membedakan hal yang urgen dan hal yang penting.
13.    Naluri yang tepat, yaitu kemampuan memilih waktu yang tepat untuk melakukan atau tidak melakukan.
14.    Rasa kohesi yang tinggi, senasib, sepenanggungan, ketertarikan satu sama lain.
15.    Keteladanan,  sebagai panutan dalam sikap,tindak-tanduk dalam prilaku.
16.    Fleksibelitas, mampu melakukan perubahan dengen cara berpikir yang sesuai dengen situasi dan kondisi.
17.    Ketegasan,  keberanian, orientasi masa depan serta sikap yang antisipatif dan proaktif.
Dapat disimpulkan dari ciri-ciri diatas, hendaknya seorang pemimpin memiliki ciri itu.
Penutup
Kepemimpinan merupakan bakat yang dimiliki seseorang sejak lahir,namun kepemimpinan juga dapat diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman yang dilaluinya. Sedangkan pemimpin adalah orang yang dapat kepercayaan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam pemerintahan. Bagaimana cara seseorang dalam memimpin suatu pemerintahan tergantung pada tiga faktor, yakni: sifat,  karakter, dan lingkungan sekitar. Dan idealnya seorang pemimpin harus mampu melakukan komunikasi yang efektif antara bawahan dan atasan begitu juga sebaliknya.