Senin, 17 Desember 2012

JANGAN RENGGUT CITA-CITA KU


       Aku datang dari desa, aku datang dari keluarga yang tiada. Aku berjalan seiring dengan orang-orang yang berada, tapi tak merasa minder walau aku sebenar nya bertunduk tak mampu diri ku untuk menegakkan kepala sejajar dengan mareka. Maksud dan tujuan adalah tak lain dan tak bukan hanya untuk mencari bekal kelak untuk masa depan. Karena yang ku tau pedidikan itu bukan hanya untuk orang-orang dikalangan elit. Ku tau pendidikan itu mahal dan ku tau pula pendidikan itu tak gratis, sekali pun resiko itu setinggi langit (bagi ku yang tiada) aku tetap bertekat demi merobah nasib ku.


       Sebagai mana dalam philosofi bahasa Aceh "Adak lam batee pih lon phok, untuk lon penuhi ilme lon untuk uroe singoh". Arinya "walau dalam batu sekali pun akan ku belah, demi ilmu ku di hari esok". Alhamdulillah..sampai sekarang aku belum pernah meninggalkan kewajiban ku sebagai seorang mahasiswa, dalam melunasi segala sesuatu administrasi dilembaga pendidikan itu. Sekali pun aku harus berutang sama orang bahkan menahan lapar. 

       Tapi apa jadi nya dikala kewajiban ku sebagai mahasiswa sudah kupenuhi, namun para oknum pimpinan yang berada dalam lembaga pendidikan itu menghabat akan apa yang seharus nya aku dapatkan. Maka terpuruklah semangat hidupku, kebahagiaan yang ku harapkan namun kekecewaan yang ku dapatkan. Ada pun kronologi kejadian yang menimpa terhadap ku beserta kawan-kawan yang seiring dengan ku adalah

       Bermula dari tahun 2007, aku mendaftarkan diri sebagai mahasiswa di suatu Universitas swasta yang berada di daerah ku Kab Bireuen Aceh. Lembaga swasta itu adalah satu-satu nya lembaga perguruan tinggi swasta terbaik aceh di kutib dari  http://www.waspada.co.id/sang rektor menyulap unimus masuk nominasi pts, sehingga minat ku untuk menimba ilmu disana pun sangat besar. Setelah itu aku pun diterima sebagai mahasiswa dengan jurusan yang ku ambil Teknik informatika jenjang S1, sebagai mahasiswa disana. Dari sana aku pun memulai untuk menempuh ilmu layak nya mahasiswa lain yang beridentitas mahasiswa Al- Muslim. Memasuki tahun 2008 artinya smester 3, perubahan terhadap kami mulai terjadi, segala sesuatu tentang administrasi kami anak TI menjelma bagaikan bunglon menjadi TI STMIK Bina Bangsa Lhokseumawe, hanya saja SPP dan perkuliahan yang berlangsung di kelas Al-muslim. Semua itu terjadi tanpa sepengetahuan mahasiswa, hanya dilakukan sepihak oleh lembaga Almuslim. Secara pribadi aku yang bisa dikatakan sebagai mahasiswa yang masih baru didalam katagori perihal legalitas kampus tentu nya awam tentang permasalahan itu. Yang ku tau aku harus bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu, aku tak mau orang tua ku kecewa.

       Dengan lahirnya dampak perobahan itu, maka kami  dari mahasiswa mempertanya kan perihal tersebut. Namun jawaban yang kami dapatkan malah melenceng dari kejadian yang sesungguh nya. Rektor Universitas Al Muslim, Bireuen, Dr Amiruddin Idris, SE  mengatakan, "persoalan ini berawal dari kesepakatan ketika adanya keinginan dibuka jurusan S 1. Sedangkan di Al Muslim pada saat itu hanya memilki sampai Diploma III.“Kita pun menganjurkan, bila mau ambil jurusan informatika hingga jenjang S 1 ada di Lhokseumawe. Daftar saja di STIMK. Jadi mereka mendaftar,” kata Rektor. Dari pernyataan nya dapat kami ambil kesimpulan bahwa, beliau telah berbohong, bahkan pembohongan publik. Sebab kami diterima tahun 2007 sebagai mahasiswa almuslim program studi teknik informatika, bila memang ketika itu Almuslim belum memiliki jurusan itu mengapa juga Al-muslim membuka jurusan itu?. Dan yang lebih mengecewakan lagi lembaga pendidikan yang sekarang tempat kami dibuang ternyata tidak terakreditasi, mau dibawa kemana ijazah kami, hanya karna ulah dari mafia pendidikan itu. Sebagai mana dikutib dari Rakyat Aceh.ComTidak Terakreditas, Mahasiswa Unimus Bakar Baju Almamater.

       Sungguh manusia yang tidak punya hati, mengapa harus kami yang menanggung ini. Padahal kami hanyalah gembel desa yang datang untuk merobah nasib menjadi lebih baik. Mengapa kau mencari keteneran dengan cara menipu kami yang lemah. Kau telah merenggut cita-cita kami, kau telah meneteskan air mata orang tua kami. Kau memang penipu, kau memang mafia pendidikan, yang bertopeng sebagai bapak pendidikan. Apa kau tidak malu akan titel yang kau pegang?, apa kau tidak malu terhadap lakap kau sebai seorang cendikiawan?. Semaga saja adik-adik kami kedepan berhati-hati supaya tidak mengalami sebagai mana yang kami rasakan, tertipu oleh tangan-tangan yang tak bertanggung jawab amin...  Seperti dalam Aceh Traffic.comTertipu ? Ratusan Mahasiswa Unimus Pertanyakan Akreditasi STMIK Bina Bangsa

JOL SAMALANGA

6 komentar:

Brebes VS Lamongan mengatakan...

mlm sobat trmakasi banyak telah mau berbagi pengalaman semoga pengalaman anda menjadi tuntunan buat tmn2 semua. salam kenal bro mampir kpn2 bro'y ane tunggu

Brebes VS Lamongan mengatakan...

knjungan perdana sobat trmksi dah mau berbagi sobat salam knal'y. mampir geenk di blog kami ane tnggu'y hehehe.

Mami Zidane mengatakan...

tidak semestinya dunia pendidikan dibuat rusuh oleh oknum oknum seperti itu.

semoga kedepannya ada keadilan dan kebenaran yang terungkap, sehingga mahasiswa tak bingung ya.

camdigsaku mengatakan...

yang terbaik aja untuk kalian anak-anak TI, semoga ke depannya lebih baik.

Dwi mengatakan...

Tulisan yang bagus :D
salam kenal dari saya sob, newbie blogger

Kids Party mengatakan...

nice post :D

klik link ini